ISLAM PADA ABAD PERTENGAHAN


PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA ABAD
PERTENGAHAN
Pada tahun132 H/750 M, keturunan bani Umayyah ditumpas habis dan menandai
berkahirnya dinasti tersebut. Hanya Abdurrahman, satu-satunya keturunan bani Umayah yang
berhasil melarikan diri ke Andalusia dan mendirikan dinasti Umayyah II di daratan Eropa
tersebut. Sejalan dengan pesatnya perkembangan Islam di Asia dan Afrika, Islam juga menyebar
ke Eropa. Yaitu melalui tiga jalan sebagai berikut.
1. Jalan barat, yakni dilakukan dari Afrika Utara melalui Semenanjung Iberia di
bawah pimpinan thariq bin ziyad (711 M). Bahkan, tentara Islam dapat melewati
Pegunungan Pirenia yang akhirnya ditahan oleh tentara perancis di bawah pimpinan karel
martel di kota poitiers (732 M). Akhirnya, pemerintahan Khilafah Umayyah memipmpin
di semenanjung Iberia yang dikenal dengan bani Umayah II (711 M-1492 M) dengan
ibukotanya Cordoba.
2. Jalan tengah, yakni dilakukan dari Tunisia melalui Sisilia menuju sepenanjung
Apenina. Islam dapat menduduki Sisilia dan Italia selatan, tetapi dapat direbut kembali
oelh bangsa Nordia pada abad ke-11
3. Jalan timur, dimana pada tahun 1453, turki dibawah pimpinan Sultan Muhammad
II berhasil menaklukkan Byzantium dengan terlebih dahulu menyerang Konstantinopel
dari arah belakang yakni laut hitam sehingga mengejutkan tentara byzantium timur. Dari
Byzantium, tentara turki usmani terus melakukan perlawanan sampai ke kota Wina di
Austria. Setelah itu, tentara Turki Usmani mundur kembali ke Semenanjung Balkan dan
menguasai daerah ini selama kurang lebih empat abad. Baru pada abad ke-19, daerah ini
berhasil melepaskan diri dari kekuasaan Islam. Akan tetapi, kota konstantinopel masih
tetap dikuasai dinasty Umayyah dan berubah menjadi Istanbul.
Sejarah perkembangan peradaban Islam dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: priode klasik
(650 -1250 M), priode pertengahan (1250 – 1800 M) dan priode modern (1800 – sekarang).Yang
dimaksud abad pertengahan ialah tahapan sejarah umat Islam yang diawali sejak tahun-tahun
terakhir keruntuhan Daulah Abbasiyah (1250 M ) sampai timbulnya benih-benih kebangkitan
atau pembaharuan Islam yang diperkirakan terjadi sekitar tahun 1800 M.Priode pertengahan ini
juga terbagi menjadi dua bagian, yaitu masa kemunduran I (1250 – 1500 M) dan masa tiga
kerajaan besar (1500 – 1800 M).B. MASA KEMUNDURAN I (1250 -1500 M.)
http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com
1. Dinasti Jengiskhan Disebut masa kemunduran karena masa-masa ini dunia Islam dalam
proses penghancuran oleh bangsa Mongol dibawah pimpinan Jengiskan dan keturunannya
serta Timur Lenk yang juga masih keturunan bangsa Mongol.Bangsa Mongol ini berasal
dari daerah pegunungan Mongolia yang membentang dari Asia tengah sampai ke Siberia
utara, Tibet selatan dan Manchuria barat serta Turkistan timur. Mereka mempunyai watak
yang kasar, suka berperang dan berani menghadapi maut untuk mencapai keinginannya
.Jengiskhan menganut agama Syamaniah, menyembah bintang-bintang dan sujud kepada
Matahari yang sedang terbit. Raja-raja keturunannya yang masih menganut agama
Syamaniyah ialah Hulagukhan sampai raja yang ke VI.Sedangkan mulai dari raja yang VII
(Mahmud Ghazan) sampai raja-raja selanjutnya adalah pemeluk Islam. Dinasti Jengiskhan
ini dikenal dengan dinasti Ilkhan, yaitu gelar yang diberikan kepada Hulagukhan. Daerahdaerah
yang dikuasai dinasti ini adalah daerah yang terletak antara Asia kecil di barat dan
India di timur.Kedatangannya ke dunia Islam diawali dengan ditaklukkannya wilayahwilayah
kerajaan Transoxania dan Khawarizm 1219 M; kerajaan Ghazna pada tahun 1221
M, Azarbaizan pada tahun 1223 M. dan Saljuk di Asia kecil pada tahun 1243 M.Serangan
ke Baghdad dilakukan oleh Hulagukhan pada tahun 1258 M. Saat itu Khalipah Al
Mu’tashim menolak untuk menyerah. Akhirnya kota Baghdad dikepung. Tanggal 10
Pebruari 1258 benteng benteng kota ini dapat ditembus dan Baghdad dihancurkan.
Khalipah dan keluarganya serta sebagian besar dari penduduk dibunuh dengan dipancung
secara bergiliran. Beberapa dari anggota keluarga Bani Abbas dapat melarikan diri, dan
diantaranya ada yang ke Mesir dan menetap di sana. Kota Bagdad sendiri dihancurkan rata
dengan tanah, sebagaimana kota-kota lain yang dilalui tentara Mongolia tersebut.Dari
Bagdad pasukan Mongolia menyebrangi sungai Eufrat menuju Syria, kemudian melintasi
Sinai. Pada tahun 1260 M. mereka berhasil menduduki Nablus dan Gaza. Begitu pula
daerah-daerah lain yang dilaluinya dapat ditaklukkan kecuali Mesir. Tentara Kerajaan
Mamalik yang saat itu sedang berkuasa di Mesir dapat memukul mundur pasukan
Mongolia dalam sebuah pertempuran di ‘Ain Jalut tanggal 13 September 1260
M.Demikianlah kondisi dunia arab, terutama Baghdad dan sebagian besar derah-daerah
kerajan Islam lainnya dikuasi oleh bangsa Mongolia selama kurang lebih 85 tahun dibawah
perintah dinasti Ilkhan, yang tentunya kehadiran mereka lebih banyak membawa
kehancuran dan kemunduran dunia Islam.Dari sekian banyak penguasa dinasti Ilkhan ada
yang peduli terhadap pembangunan kembali peradaban yang telah diahncurkannya itu.
Diantaranya adalah Mahmud Ghazan (683-703 /1295-1304), raja Ilkhan pertama yang
beragama Islam. Dia seorang pelindung ilmu pengetahuan dan sastra. Ia amat menggemari
kesenian terutama arsitektur dan ilmu pengetahuan alam, seperti astronomi, kimia,
mineralogy, Metalurogi dan botani. Ia membangun semacam biara untuk para darwis,
perguruan tinggi untuk mazhab Syafi’i dan Hanafi, sebuah perpustakaan , observatorium,
dan gedung-gedung umum lainnya.Mahmud Ghazan diganti oleh Muhammad Khudabanda

Uljeitu (1304-1317 M) seorang penganut syi’ah yang ekstrim. Ia mendirikan kota raja
Sulthaniyah dekat Zanjan. Pada masa pemerintahan Abu Sa’id (1317-1335 M) pengganti
Muhamad Khudabanda, terjadi bencana kelaparan yang sangat menyedihkan dan angin
topan dengan hujan es yang mendatangkan malapetaka. Kerajaan Ilkhan sepeninggal Abu
Sa’id menjadi terpecah belah. Masing-masing pecahan saling memerangi . Akhirnya
mereka semua ditaklukkan oleh Timur Lenk.
2. Dinasti Timur Lenk Kedatangan Timur Lenk ke dunia Islam tidak kurang membawa
kehancuran , bahkan ia lebih kejam daripada Jengiskan atrau Hulagukhan. Berbeda dengan
Jengiskan atau Hulagukhan yang masih menganut kepercayaan Syamaniah, Timur Lenk ini
sudah menganut agama “Islam.”Pada tanggal 10 April 1370 M. Timur Lenk
memproklamirkan diri sebagai penguasa tunggal di Tranxosiana. Ia berencana untuk
menaklukkan daerah-daerah yang pernah dikuasai oleh Jengiskhan. Ia berkata :
“Sebagaiamana hanya ada satu Tuhan di alam ini , maka di bumi seharusnya hanya ada
seorang raja.”Pada tahun 1381 M. ia menaklukkan Khurasan, terus ke Afganistan, Persia,
Fars dan Kurdistan. Di setiap negeri yang ditaklukkannya ia mengadakan pembantaian
besar-besaran terhadap siapa saja yang menghalangi rencananya, misalnya di Afganistan ia
membangun menara yang disusun dari 2000 mayat yang dibalut dengan batu dan tanah
liat; Di Iran ia membangun menara dari 70000 kepala manusia yang sudah dipisahkan dari
badannya; Di India ia membantai lebih dari 80000 tawanan; Di Sivas, Anatolia sekitar
4000 tentara Armenia dikubur hidup-hidup.Pada tahun 1401 M. ia memasuki daerah Syria
bagian utara. Tiga hari lamanya Aleppo dihancurleburkan. Kepala dari 20000 penduduk
dibuat Pyramid setinggi 10 hasta dan kelilingnya 20 hasta dengan wajah mayat menghadap
ke luar. Banyak bangunan, seperti sekolah dan masjid yang berasal dari zaman Nuruddin
Zanky dari Ayyubi dihancurkan. Hamah, Hom’s dan Ba’labaka berturut-turut jatuh ke
tangannya. Demikian pula Damaskus dikuasainya, sehingga masjid Umayah yang
bersejarah mengalami kerusakan berat. Setelah itu serangan diteruskan ke Baghdad, dan
membantai 20000 penduduknya. Dari mayat-mayat tersebut ia membuat 120 menara
sebagai tanda kemenangan.Timur lenk berambisi juga untuk menguasai kerajaan Usmani
di Turki, karena kerajaan ini banyak menguasai daerah-daerah bekas imperium Jengiskan
dan Hulagukhan. Pada tahun 1402 M. terjadi pertempuran yang sangat hebat di Ankara.
Tentara Usmani mengalami kekalahan. Sultan Usmani (Bayazid I) sendiri tertawan dan
mati dalam tawanan. Setelah itu Timur Lenk kembali ke Samarkhand. Ia berencana
mengadakan invasi ke Cina, Namun di tengah perjalanan ia menderita sakit yang
membawa kepada kematiannya pada usia 71 tahun. Tepatnya tahun 1404 M. dan mayatnya
di bawa ke samarkhand.Sekalipun Timur Lenk ini terkenal sangat ganas dan kejam, tetapi
ia sempat memperhatikan pengembangan Islam. Konon ia penganut Syi’ah yang ta’at dan
menyukai tarekat Naqsyabandiyah. Dalam setiap perjalanannya ia selalu mengikutsertakan
para ulama, sastrawan dan seniman. Ia sangat menghormati para ulama. Ketika ia berusaha
http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com
menaklukkan Syria utara, ia menerima dengan hormat sejarawan terkenal, Ibnu Khaldun
yang diutus Sulthan Faraj untuk membicarakan perdamaian. Kota Samarkhand diperkaya
dengan bangunan-bangunan dan masdjid yang megah dan indah.
3. Kaum Mamluk di Mesir Satu-satunya penguasa Islam yang dapat memukul mundur tentara
Mongolia (Hulagukhan) ialah tentara Mamalik yang saat itu sedang berkuasa di Mesir
dibawah pimpinan Sulthan Baybars (1260-1277) sebagai Sulthan yang terbesar dan
termasyhur serta dipandang sebagai pembangun hakiki dinasti Mamalik di Mesir. Dinasti
Mamalik berkuasa sejak tahun 1250 M. menggantikan dinasti Al Ayyubi dan berakhir
tahun 1517 M. Karena dapat menghalau tentara Hulagukhan, Mesir terhindar dari
penghancuran, sebagaimana dialami di dunia Islam lain yang ditaklukkan oleh
Hulagu.Dinasti Mamalik ini mengalami kemajuan diberbagai bidang. Kemenangannya
terhadap tentara Mongolia menjadi modal dasar untuk mengusai daerah-daerah sekitarnya.
Banyak penguasa-penguasa kecil menyatakan setia kepada dinasti ini. Dinasti ini juga
dapat melumpuhkan tentara Salib di sepanjang laut tengah. Dalam bidang ekonomi, ia
membuka hubungan dagang dengan Perancis dan Italia, terutama setelah kejatuhan
Baghdad oleh tentara Timur Lenk, membuat Kairo menjadi kota yang sangat penting yang
menghubungkan jalur perdagangan antara Laut merah dan laut tengah dengan Eropah.
Hasil pertanian juga meningkat.Di bidang ilmu pengetahuan, Mesir menjadi tempat
pelarian ilmuwan-ilmuwan asal Baghdad dari serangan tentara Mongolia. Karena itu ilmuilmu
banyak berkembang di Mesir, seperti sejarah, kedokteran,astronomi,matematika, dan
ilmu agama. Dalam ilmu sejarah tercatat nama-nama besar, seperti Ibnu Khalikan, Ibnu
Taghribardi, dan Ibnu Khaldun. Di bidang astronomi dikenal nama Nasir al-Din al –Tusi.
Di bidang matematika Abu al Faraj al –‘Ibry. Dalam bidang kedokteran: Abu Hasan ‘Ali
al-Nafis penemu susunan dan peredaran darah dalam paru-paru manusia, Abdul Mun’im
al-Dimyathi seorang dokter hewan, dan al- Razi, perintis psykoterapi. Dalam bidang
Opthalmologi dikenal nama Salah al-Din Ibnu Yusuf. Sedangkan dalam bidang ilmu
keagamaan, tersohor nama Ibnu Taimiyah, seorang pemikir reformis dalam Islam, al
Sayuthi yang menguasai banyak ilmu keagamaan, Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Ilmu
Hadits dan lain-lain. Demikain pula dalam bidan arsitektur. Mereka membangun
bangunan-bangunan yang megah seperti sekolah-sekolah, masjid-masjid, rumah sakit,
museum, perpustakaan, villa-villa, kubah dan menara masjid.Kerajaan Mamalik ini
berakhir tahun 1517 disebabkan banyaknya panguasa yang bermoral rendah, suka berfoyafoya
dan ditambah dengan datangnya musim kemarau panjang dan berjangkitnya wabah
penyakit. Dilain pihak munculnya kekuatan baru, yaitu kerajaan Turki Usmani yang
kemudia dapat memenangkan perang melawan tentara Mamalik . Kemudian Mesir ini
dijadikan salahsatu propinsi kerajaan Usmani di Turki.

4. Spanyol Pada abad pertengahan ini Islam hanya berkuasa di daerah Granada, dibawah
dinasti Bani Ahmar (1232-1492 M) yang merupakan kekuatan Islam terakhir di Spanyol
seteleh kurang lebih 7 abad setengah lamanya menguasai wilayah ini. Kota-kota lain
seperti Cordova telah jatuh ke tangan Kristen pada tahun 1238 M, Sevilla lepas pada tahun
1248 dan akhirnya Granada juga jatuh ke tangan Kristen pada tahun 1492 M. Hal ini
disebabkan karena terjadinya perpecahan diantara umat Islam terutama orang-orang Istana
dalam memperebutkan kekuasaan. Dilain pihak umat Kristen berhasil mempersatukan diri.
Abu Abdullah sebagai khalipah terakhir tidak mampu lagi membendung seranganserangan
keristen yang dipimpin oleh Ferdinand dan Isabella, dan akhirnya dia
menyerahkan diri, dan dia sendiri hijrah ke Afrika utara. Dengan demikian berakhirlah
kekuasaan Islam di Spanyol. Umat Islam setelah itu, dihadapkan kepada dua pilihan,
masuk keristen atau pergi meninggalkan Spanyol. Pada tahun 1609 M. boleh dikatakan
tidak ada lagi umat Islam di daerah ini. Dunia Islam mengalami kehancuran setelah
Khalifah Abbasiyah di Bghdad runtuh, dan baru mengalami kemajuan kembali setelah
muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar, yaitu: Usmani di Turki, Mughal di India
dan Safawi di Persia.
A. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan
Sesungguhnya Eropa banyak berhutang budi pada Islam karena banyak sekali peradaban
Islam yang mempengaruhi Eropa, seperti dari spanyol, perang salib dan sisilia. Spanyol sendiri
merupakan tempat yang paling utam bagi Eropa dalam menyerap ilmu pengetahuan dan

kebudayaan Islam, baik dalam bentuk politik, sosial, ekonomi, kebudayaan dan pendidikan.
Beberpa perkembangan Islam antara lain sebagai berikut.
1. Bidang politik
Terjadi balance of power karena di bagian barat terjadi permusuhan antara bani
Umayyah II di Andalusia dengan kekaisaran karoling di Perancis, sedangkan di bagian
timur terjadi perseteruan antara bani Abbasyah dengan kekaisaran Byzantium timur di
semenanjung Balkan. Bani Abbasyah juga bermusuhan dengan Bani Umayyah II dalam
perebutan kekuasaan pada tahun 750 M. Kekaisaran Karoling bermusuhan dengan
kekaisaran Byzanium timur dalam memperebutkan Italia. Oleh karena itu terjadilah
persekutuan antara Bani Abbasyah dengan kekaisaran Karoling, sddangkan bani Umayyah
II bersekutu dengan Byzantium Timur. Persekutuan baru berakhir setelah terjadi perang
salib (1096-1291)
2. Bidang Sosial Ekonomi
Islam telah menguasai Andalusia pada tahun 711 M dan Konstantinopel pada tahun
1453 M. Keadaan ini mempunyai pengaruh besar terhadap pertumbuhan Eropa. Islam
berarti telah menguasai daerah timur tengah yang ketika itu menjadi jalur dagan dari Asia
ke Eropa. Saat itu perdagangan ditentukan oleh negara-negara Islam. Hal ini menyebabkan
mereka menemukan Asia dan Amerika
3. Bidang Kebudayaan
Melalui bangsa Arab (Islam), Eropa dapat memahami ilmu pengetahuan kuno seperti
dari Yunani dan Babilonia. Tokoh tokoh yang mempengaruhi ilmu pengetahuan dan
kebudayaan saat itu antara lain sebagai berikut.
A. Al Farabi (780-863M)
Al Farabi mendapat gelar guru kedua (Aristoteles digelari guru pertama). Al Farabi
mengarang buku, mengumpulkan dan menerjemahkan buku-buku karya aristoteles
B. Ibnu Rusyd (1120-1198)
Ibnu Rusyd memiliki peran yang sangat besar sekali pengaruhnya di Eropa sehingga
menimbulkan gerakan Averoisme (di Eropa Ibnu Rusyd dipanggil Averoes) yang
menuntut kebebasan berfikir. Berawal dari Averoisme inilah lahir roformasi pada abad
ke-16 M dan rasionalisme pada abad ke-17 M di Eropa. Buku-buku karangan Ibnu
http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com
Rusyd kini hanya ada salinannya dalam bahasa latin dan banyak dijumpai di
perpustakaan-perpustakaan Eropa dan Amerika. Karya beliau dikenal dengan Bidayatul
Mujtahid dan Tahafutut Tahaful.
C. Ibnu Sina (980-1060 M)
Di Eropa, Ibnu Sina dikenal dengan nama Avicena. Beliau adalah seorang dokter di
kota Hamazan Persia, penulis buku-buku kedokteran dan peneliti berbagai penyakit.
Beliau juga seorang filsuf yang terkenal dengan idenya mengenai paham serba wujud
atau wahdatul wujud. Ibnu Sina juga merupakan ahli fisika dan ilmu jiwa. Karyanya
yang terkenal dan penting dalam dunia kedokteran yaitu Al Qanun fi At Tibb yang
menjadi suatu rujukan ilmu kedokteran
4. Bidang Pendidikan
Banyak pemuda Eropa yang belajar di universitas-unniversitas Islam di Spanyol
seprti Cordoba, Sevilla, Malaca, Granada dan Salamanca. Selama belajar di universitasuniversitas
tersebut, mereka aktif menterjemahkan buku-buku karya ilmuwan muslim.
Pusat penerjemahan itu adalah Toledo. Setelah mereka pulang ke negerinya, mereka
mendirikan seklah dan universitas yang sama. Universitas yang pertama kali berada di
Eropa ialah Universitas Paris yang didirikan pada tahun 1213 M dan pada akhir zaman
pertengahan di Eropa baru berdiri 18 universitas. Pada universitas tersebut diajarkan ilmuilmu
yang mereka peroleh dari universitas Islam seperti ilmu kedokteran, ilmu pasti dan
ilmu filsafat
Banyak gambaran berkembangnya Eropa pada saat berada dalam kekuasaan Islam,
baik dalam bidang ilmu pengetahuan, tekhnologi, kebudayaan, ekonomi maupun politik.
Hal-hal tersebut antara lain sebagai berikut.
Seorang sarjana Eropa, petrus Alfonsi (1062 M) belajar ilmu kedokteran pada salah
satu fakultas kedokteran di Spanyol dan ketika kembali ke negerinya Inggris ia diangkat
menjadi dokter pribadi oleh Raja Henry I (1120 M). Selain menjadi dokter, ia bekerja sama
dengan Walcher menyusun mata pelajaran ilmu falak berdasarkan pengetahuan sarjan dan
ilmuwan muslim yang didapatnya dari spanyol. Demikin juga dengan Adelard of Bath
(1079-1192 M) yang pernah belajar pula di Toledo dan setelah ia kembali ke Inggris, ia
pun menjadi seorang sarjan yang termasyhur di negaranya
Cordoba mempunyai perpustakaan yang berisi 400.000 buku dalam berbagai
cabang ilmu pengetahuan
http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com
Seorang pendeta kristen Roma dari Inggris bernama Roger Bacon (1214-1292 M)
mempelajari bahasa Arab di Paris (1240-1268 M). Melalui kemampuan bahasa Arab dan
bahasa latin yang dimilikinya, ia dapat membaca nasakah asli dan menterjemahkannya ke
dalam berbagai ilmu pengetahuan, terutama ilmu pasti. Buku-buku asli dan terjemahan
tersebut dibawanya ke Universitas Oxford Inggris. Sayangnya, penerjemahan tersebut di
akui sebagai karyanya tanpa menyebut pengarang aslinya. Diantara bukuyang
diterjemahkan antara lain adalah Al Manzir karya Ali Al Hasan Ibnu Haitam (965-1038
M). Dalam buku itu terdapat teori tentang mikroskop dan mesiu yang banyak dikatakan
sebagai hasil karya Roger Bacon.
Seorang sarjana berkebangsaan Perancis bernama Gerbert d’Aurignac (940-1003
M) dan pengikutnya, Gerard de Cremona (1114-1187 M) yang lahir di Cremona,
Lombardea, Italia Utara, pernah tinggal di Toledo, Spanyol. Dengan bantuan sarjana
muslim disana , ia berhasil menerjemahkan lebih kurang 92 buah buku ilmiah Islam ke
dalam bahasa latin. Di antara karya tersebut adalah Al Amar karya Abu Bakar Muhammad
ibnu Zakaria Ar Razi (866-926 M) dan sebuah buku kedokteran karangan Qodim Az
Zahrawi serta buku Abu Muhammad Al baitar berisi tentang tumbuhan. Sarjana-sarjana
muslim tersebut mengajarkan penduduk non muslim tanpa membeda-bedakan agama yang
mereka anut
Apabila kerajaan-kerajaan non muslim mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam, maka
yang terjadi adalah pembumihangusan kebudayaan Islam dan pembantaian kaum muslim.
Akan tetapi, apabila kerajaan-kerajaan Islam yang menguasai kerajaan non muslim, maka
penduduk negeri tersebut diperlakukan dengan baik. Agama dan kebudayaan merekapun
tidak terganggu
Banyak sarjana-sarjana muslim yang berjasa karena telah meneliti dan
mengembangkan ilmu pengetahuan, bahkan karya mereka diterjemahkan ke dalam bahasa
Eropa meskipun ironisnya diakui sebagai karya mereka sendiri.
Akibat atau pengaruh dari perkembangan ilmu pengetahuan Islam ini menimbulkan
kajian filsafat Yunani di Eropa secara besar-besaran dan akhirnya menimbulkan gerakan
kebangkitan atau renaissans pada abad ke-14. berkembangnya pemikiran yunani ini
melalui karya-karya terjemahan berbahasa arab yang kemudian diterjemahkan kembali ke
dalam bahasa latin. Disamping itu, Islam juga membidani gerakan reformasi pada abad ke-
16 M, rasionalisme pada abad ke-17 M, dan aufklarung atau pencerahan pada abad ke-18
M.
Nasib kaum muslim di Spanyol sepeninggal Abu Abdullah Muhammad
dihadapakan pada beberapa pilihan antara lain masuk ke dalam kristen atau meninggalkan
http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com
spanyol. Bangunan-bangunan bersejarah yang dibangun oleh Islam diruntuhkan dan ribuan
muslim mati terbunuh secara tragis. Pada tahun 1609 M, Philip III mengeluarkan undangundang
yang berisi pengusiran muslim secara pakasa dari spanyol. Dengan demikian,
lenyaplah Islam dari bumi Andalusia, khusunya Cordoba yang menjadi pusat kebudayaan
dan ilmu pengetahuan di barat sehingga hanya menjadi kenangan.
B. Hikmah Sejarah Perkembangan Islam pada Abad
Pertengahan
Ada beberapa manfaat yang dapat kita ambil dari sejarah perkembangan Islam pada abad
pertengahan, diantaranya sebagai berikut.
Meskipun Bani Umayyah telah dihancurkan oleh Bani Abbasyah, perluasan wilayah Islam
masih terus dilanjutkan sehingga dengan demikian kebudayaan Islam tetap berkembang di
Eropa. Hal tersebut menandakan bahwa semangat kaum muslim dalam meraih cita-cita sangat
tinggi sehingga melahirkan persatuan dan kesatuan yang sangat dibutuhkan dalam mewujudkan
hal tersebut. Hal ini terbukti dalam setiap perluasan wilayah, kaum muslim mampu menguasai
Spanyol dalam waktu sekitar delapan abad (711-1492 M) dan menguasai Semenanjung Balkan
sekitar 4 abad (1453-1918 M)
http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com
Niat yang tulus ketika melakukan sesuatu karena Allah sangat dibutuhkan, ketika niat telah
berubah menjadi orientasi terhadap kekuasaan atau harta, maka dengan cepat kehancuran akan
menimpa. Hal tersebut telah banyak dibuktikan pada peristiwa-peristiwa runtuhnya daulah bani
Umayyah, bani Abbasyah, dan bani Umayyah II di Andalusia serta kerajaan atau pemerintahan
lain dimanapun berada.
Penaklukan wilayah yang demikian luas dilakukan oleh kaum muslim saat itu berdasarkan
pada permintaan penduduk suatu negara yang ditindas oleh pemimpin mereka sendiri. Hal
tersebut dikarenakan penduduknya berada dibawah pemerintahan yang zalim atau karena
kerajaan tersebut telah mengganggu wilayah-wilayah Islam. Oleh karena itu, kaum muslim telah
bertindak sebagai pembebas masyarakat suatu negara dari tindakan pemerintah mereka yang
sewenag-wenang dan bukan bertindak sebagai penjajah atas suatu negara. Penduduk yang
dibebaskan tetap diberikan keleluasan untuk menjalankan agama atau kepercayaan mereka
masing-masing meskipun upaya penyebaran agama Islam senantiasa dilakukan.
Islam memiliki kontribusi yang sangat besar dalam upaya menyebarkan ilmu pengetahuan
dan tekhnologi. Eropa memiliki kemajuan saat ini salah satunya disebabkan jasa sarjana-sarjana
muslim yang telah menjadi mata rantai perkembangan ilmu pengetahuan kepada masyarakat
Eropa saat itu.
C. Penghayatan terhadap Sejarah Kebudayaan Islam pada
Abad Pertengahan
Ada banyak perilaku yang patut diterapkan sebagai cerminan penghayatan terhadap sejarah
perkembangan Islam di abad pertengahan yakni antara lain sebagai berikut.
Sejarah merupakan pelajaran bagi manusia agar di kemudian hari perilaku atau perbuatan
kaum muslim yang membuat kaum muslim dan umat manusia lainnya menderita tidqak terulang
lagi. Lemahnya persatuan umat Islam dapat dijadikan celah pihak lain untuk memundurkan
peran kaum muslim, baik dari kancah perekonomian maupun politik. Oleh karena itu, umat
Islam hendaknya mampu mengubah tata kehidupannya yang seimbang antara kepentingan
duniawi dan ukhrawinya serta senantiasa meningkatkan wawasan keislamannya melalui rujukan
Al Qur’an dan Hadis.
Umat Islam harus mengambil pelajaran dari negara barat. Mereka semula jauh tertinggal
dibandingkan dengan kemajuan peradaban dan ilmu pengetahuan umat Islam, tetapi kemudian
http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com
mereka dapat mengejar kemajuan peradaban dan ilmu pengetahuan umat Islam. Invasi Islam
terhadap Eropa seperti andalusia dan Semenanjung Balkan selama berabad-abad telah
memotifasi barat untuk mempelajari ilmu pengetahuan, tekhnologi dan kebudayaannya
Keberadaan cendekiawan pada masa perkembangan Islam abad pertengahan seperti Ibnu
Sina, Al Farabi, dan Ibnu Rusyd haurs menjadi inspirasi dan inovasi bagi uamt Islam untuk terus
mempelajari berbagai disiplin ilmu demi melanjutkan cita-cita perjuangan tokoh-tokoh muslim
pada abad pertengahan tersebut sehingga Islam mampu membawa rahmat bagi seluruh dunia.
D. Masa tiga kerajaan besar (1500-1800 M)
a. Kesultanan Usmani
Kerajaan Usmani Pendiri kerajaan ini bernama Usmani, seorang bangsa Turki dari
kabilah Oghuz. Ia menyatakan diri sebagai Padisyah al Usmani (raja besar keluarga
Usmani) pada tahun 699 H (1300 M). Tahun 1312 M ia menyerang kota Broessa di
Bizantium yang kemudian dijadikan sebagai ibukota kerajaannya. Beberapa tahun
kemudian Usmani dapat menaklukkan sebagian benua Eropah seperti Azmir (Smirna)
tahun 1327, Thawasyanli tahun 1330, Uskandar tahun 1338, Ankara tahun 1354, dan
Gallipoli tahun 1356.Pada masa Sultan Murad I (1359-1389) Usmani dapat menguasai
Adrianopel yang kemudian dijadikan ibukotanya yang baru, kemudian ditaklukkan pula
Macedonia, Sopia, Salonia dan seluruh wilayah bagian utara Yunani. Merasa cemas
terhadap kemajuan ekspansi kerajaan ini ke eropah, Paus mengobarkan semangat perang.
Sejumlah besar pasukan sekutu Eropah disiapkan untuk memukul mundur pasukan
Usmani. Pasukan ini dipimpin oleh Sijisman, raja Hongaria. Namun Sultan Bayazid I
(1389-1403 M), pengganti Murad I, dapat menghancurkan pasukan sekutu Kristen Eropah
tersebut. Hanya sayang Sultan Bayazid I ini dapat dikalahkan oleh serangan tentara Timur
Lenk dalam pertempuran di Ankara tahun 1402 dan dia sendiri ditawan musuh.Dengan
http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com
ditawannya Bayazid I ini kerajaan Usmani mengalami kemunduran, sampai diselematkan
kembali oleh putranya Muhammad, dan dilanjutkan oleh Murad II (1421-1451) lalu oleh
Muhammad II (1451-1481) yang dikenal dengan muhammad Al Fatih . Pada masa
kekuasaan Muhammad al Fatih ini, Byzantium dan Konstantinopel ditaklukkan (1453
M).Kerajaan Usmani semakin memantapkan kedudukannya pada masa Sulaiman al Qanuni
(1520-1566 M), sehingga pada masanya wilayah kekuasaan Usmani mencakup Asia kecil,
Armenia, Irak, Siria, Hejaz, dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis dan Al Jazair di
Afrika; Bulgaria, Yunani, Yugaslapia, Albania, Hongaria, dan Rumania di Eropah. Untuk
mengatur pemerintahan Negara disusunlah sebuah kitab undang-undang (qanun) yang
diberi nama Multaqa al –Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Usmani
sampai datangnya reformasi pada abad ke 19. Sebab itulah Sultan Sulaiman diberi gelar “al
Qanuni.”Dalam pembangunan, Turki Usmani ini lebih mempokuskan kepada bidang
politik , kemiliteran dan arsitektur. Bidang politik maksudnya adalah perluasan daerah
seperti di atas. Bidang Militer adalah terbentunhya kelompok militer baru yang disebut
pasukan Jenissari atau Inkisyariah. Pasukan inilah yang dapat mengubah Negara Usmani
menjadi mesin perang yang paling kuat. Bidang arsitek misanya banyak dibangun
bangunan-bangunan megah, seperti sekolah, rumah sakit,villa, makam, jembatan dan
masjid-masjid. Masjid-masjid dihiasi dengan kaligrafi yang indah, misalnya yang terkenal
adalah masjid Jami sultan Muhammad Al Fatih, Masjid Agung sulaiman, Masjid Abi ayub
Al Anshari dan Masjid Aya Sopia yang awalnya adalah bangunan gEreja.Dalam bidang
keagamaan, perhatian sultan cukup besar. Patwa-patwa ulama sangat berperan dalam
mengambil kebijakan Negara. Mufti adalah sebagai pejabat urusan agama tertinggi yang
memberikan fatwa resmi terhadap problematika keagamaan dalam masyarakat. Tanpa
legitimasi Mufti, keputusan hukum kerajaan bisa jadi tidak berjalan.Selama kurang lebih 9
abad kerajan Usamani berdiri, tetapi kemudian hancur juga disebabkan oleh beberapa
faktor antara lain:
a. Budaya pungli Setiap jabatan yang hendak diraih oleh seseorang harus “dibayar”
dengansogokan kepada orang yang berhak memberikan jabatan tersebut,
sehinggamenyebabkan dekadensi moral dan kondisi para pejabat semakin rapuh.
b. Pemberontakan tentara JenissariKemajuan ekspansi kerajan Usmani adalah juga
karena peranan yang besar dari tentara Jenissari. Maka dapat dibayangkan kalau
tentara Jenissari itu sendiri akhirnya memberontak kepada pemerintah.
c. Kemorosotan ekonomiIni disebabkan perang yang berkepanjangan, menghabiskan
uang dan perekonomian Negara merosot, sementara belanja Negara sangat besar,
termasuk untuk biaya perang.

d. Wilayah kekuasaan yang sangat luasTerlalu luasnya wilayah kekuasaan Usmani
sangat sulit untuk dikontrol.Dipihak lain, para penguasa sangat berambisi menguasai
wilayah yang sangat luas, sehinga mereka terlibat perang terus menerus dengan
berbagai bangsa. Hal ini tentu menyedot banyak potensi yang seharusnya dapat
digunakan untuk membangun Negara.
e. Kelemahan penguasa Sepeninggal Sulaimanal al-Qanuni, kerajaan Usmani
diperintah oleh Sultan–sultan yang lemah terutama dalam bidang kepemimpinan.
Akhirnya pemerintahan menjadi kacau.
1. Pemerintahan dan Militer
Tingkatan paling tinggi dipegang oleh Sultan, tingkat kedua perdana menteri
atau Sadrazan, tingkat ketiga gubernur atau Pasya, tingkat keempat bupati atau Assawaziq
atau Al-alawiyah.
Sistem pemerintahan dan kekuasaan militernya berjalan baik. Muncul
kelompok elite militer yang disebut janissary atau inkrisyriyah pada masa Orkhan bin
Usman, kelompok ini merupakan kelompok penghancur negeri non-muslim.
2. Pengetahuan dan Budaya
Terjadi akulturasi dari beberapa negara seiring dengan meluasnya wilayah,
yaitu kebudayaan Persia, Byzantium, dan Arab. Rakyat Usmani mengambil ajaran
tentang etika dan tat krama dari kebudayaan Persia, organisasi dan kemiliteran dari
Byzantum, dan ilmu arsitektur dari Arab. Dari ilmu arsitektur tersebut, berdirilah
berbagai masjid yang bagus serta kaligrafi indah.
3. Agama
Muncul dua aliran tarekat, yaitu Bektsyi yang banyak pengaruhnya dibidang
militer, dan Maulawiyah yang banyak pengaruhnya di lingkungan pejabat
pemerintahan.
b. Kerajaan Safawi
Kerajaan safawi di Persia Cikal bakal kerajaan ini sebenarnya berasal dari
perkumpulan pengajian tasauf tarekat safawiyah yang berpusat di kota Ardabil, Azerbaijan.
Nama Safawiyah diambil dari nama pendirinya Safi al-Din, seorang keturunan imam

Syi’ah yang ke enam, Musa al Kazhim. Kerajaan ini dapat dianggap sebagai peletak
pertama dasar terbentuknya Negara Iran dewasa ini. Gerakan tarekat ini lama kelamaan
berubah bentuk menjadi gerakan politik. Jama’ah atau murid-muridnya berubah menjadi
tentara yang teratur dan panatik dalam kepercayaan serta menentang setiap orang yang
bermazhab selain syi’ah.Kepemimpinan Sapawi silih berganti, dan semakin eksis sebagai
gerakan politik yang didukung oleh pasukan tentara yang kuat yang diberi nama Qizilbash
(baret merah) pada masa kepemimpinan Ismail (1501-1524 M). Dialah yang pertama kali
memproklamirkan dirinya sebagai raja pertama dinasti Safawi di kota Tabriz. Dalam waktu
sepuluh tahun ia sudah dapat menguasai seluruh wilayah Persia dan bagian timur B ulan
sabit subur (Fortile Crescent).Kerajaan Safawi mencapai puncak kemajuannya pada masa
pemerintahan Abbas I . Pada masa pemerintahannya dapat menguasai beberpa daerah yang
dikuasi Turki Usmani seperti Tabriz, Sirwan, dan Baghdad (1602 M). Kemudian tahun
1622 M dapat menguasai kepulauan Hurmuz, dan mengubah pelabuhan Gumrun menjadi
pelabuhan Bandar Abbas, sehingga jalur perdagangan antara Timur dan Barat yang biasa
diperebutkan oleh Belanda, Inggris dan Perancis dapat dikusainya.Kemajuan Sapawi
bukan hanya bidang politik saja tetapi juga dalam bidang ilmu pengetahuan, Pada masanya
lahir beberapa ilmuwan antara lain Bahauddin al Syaeraji, generalis ilmu pengetahuan,
Sadaruddin al Syaeroji, seorang filosof, dan Muhammad Baqir Ibnu Muhammad Damad,
seorang filosop, ahli sejarah, teolog dan seorang yang pernah mengadakan obesrvasi
mengenai kehidupan lebah.Bidang fisik dan seni, para penguasa Safawi telah berhasil
membangun Isfahan, Ibukota kerajaan menjadi kota yang sangat indah. Dibangun pula
mesjid-mesjid, rumah sakit-rumah sakit, sekolah-sekolah, jembatan raksasa diatas zende
Rud, dan istana Chihil Sutun. Unsur seni terlihat juga misalnya dalam bentuk kerajinan
tangan seperti keramik, karpet, pakaian dan tenun, mode, tembikar dan lainlain.
Sepeninggal Abbas I kerajaan Safawi berturut-turut diperintah oleh enam raja, yaitu
Safi Mirza (1628-1642), Abbas II (1642-1667), Sulaiman (1667-1694), Husein (1694-
1722), Tahmasp II (1722-1732), dan Abbas III (1733-1736). Pada masa raja-raja tersebut
kondisi kerajaan Safawi semakin lama semakin menurun yang pada akhirnya membawa
kepada kehancurannya. Safi Mirza adalah seorang yang pencemburu dan kejam terhadap
pembesar-pembesar kerajaan. Abbas II adalah raja yang suka mabuk minuman keras.
Sulaiman selain pecandu narkotika juga menyenangi kehidupan malam beserta harem
herem nya.Sedangkan Husein adalah seorang raja yang sangat diskriminatif, terlalu
berpihak kepada kaum Syi’ah dan Kejam terhadap penganut Sunni.Itulah antara lain yang
menjadi faktor keruntuhan Kerajaan safawi. Faktor lain adalah konplik yang
berkepanjangan dengan kerajaan Usmani, dekadensi moral dikalangan pembesarpembesart
kerajaan, dan juga konplik interen di kalangan mereka dalam rangka
memperebutkan kekuasaan.
1. Pemerintahan dan Politik

Terbagi secara horozontal, yaitu didasarkan pada garis kesukuan atau
kedaerahan, dan pembagian secara vertikal, yaitu mencakup dua jenis, istana
(dargah) dan sekretariat negara (divan atau mamalik). Penyelenggaraan negara
dipercayakan kepada para amir (kepala suku) tingkat atas dan wazir (menteri) yang
tergabung dalam suatu dewan (jangi). Terdapat lembaga yang tercakup dalam dewan
tersebut (majelis nivis) yang terdiri dari sejarawan istana, sekretaris pribadi Syah,
dan kepala intelejen.
2. Ekonomi
Ekonomi dikendalikan langsung oleh pusat. Banyak memperkuat di bidang
pertanian dengan memperbanyak pengalihan tanah negara menjadi tanah raja.
Pertumbuhan ekonominya semakin baik karena stabilitas keamanan yang dinamis
dan situasi dalam negeri yang terkendali. Pelabuhan Bandar Abbas menjadi jalur
perdagangan antara Timur dan Barat sehingga sektor perdagangan semakin maju. Di
bidang pertanian mengalami kemajuan terutama di daerah Bulan Sabit yang subur.
3. Ilmu Pengetahuan
Didirikan lembaga pendidikan Syiah oleh Syah Abbas, yaitu sekolah teologi
untuk lebih memantapkan akan aliran Syiah. Beberapa nama ilmuwan, sastrawan,
dan sejarawan Safawi antara lain, Muhammad bin Husain Al-Amili Al-Juba’i,
Muhammad Baqir Astarabadi, Sarudin Muhammad bin Ibrahim Syirazi, dan
Muhammad Baqir Majlisi.
4. Bangunan dan Seni
Kantor, masjid, rumah sakit, dan jembatan raksasa dibangun dengan gaya
arsitektur yang indah. Di bidang seni, terlihat dalam kegiatan dan hasil dari kerajinan
tangan, keramik, karpet, dan seni lukis.
c. Kerajaan Mogul
Kerajan Mughal di India Kerajaan Mughal letaknya di India dan Delhi sebagai
Ibukotanya. Berdiri seperempat abad sesudah berdirinya kerajaan safawi. Didirikan oleh
Zahiruddin Babur (1482-1530 M), salahsatu dari cucu Timur Lenk. Ia bertekad ingin
menguasai Samarkhan yang menjadi kota penting di Asia Tengah pada masa itu. Maka
pada tahun 1494 ia berhasil menaklukkannya berkat bantuan raja Ismail I, raja safawi.
Pada tahun 1504 M ia juga dapat menaklukkan Kabul, ibukota Afganistan. Kerajaankerajaan
Hindu di India juga dapat ditaklukkannya.Babur meningal pada tahun 1530 M.
diagnti oleh anaknya Humayun.(1530-1556 M) dapat menggabungkan Malwa dan Gujarat

ke daerah-daerah yang telah dikuasainya. Humayun meninggal karena terjatuh di tangga
perpustakaannya (1556 M) , diganti oleh anaknya, Akbar.Akbar (1556-1606 M) dapat
menaklukkan raja-raja India yang masih ada pada waktu itu, dan juga Bengal. Dalam soal
agama, Akbar mempunyai pendapat yang libral dan ingin menyatukan semua agama dalam
satu bentuk agama baru yang diberi nama Din Ilahi. Akbar juga menerapkan politik
Sulakhul (toleransi Universal) , sehingg semua rakyat dipandangnya sama, tidak dibedakan
karena perbedaan etnis dan agama. Sultan-sultan yang besar setelah Akbar antara lain
Jehangir (1605-1627 M) dengan permaisurinya Nur Jehan, Syah Jehan (1628-1658 M) dan
Aurangzeb (1659-1707 M). Sesudah Aurangzeb adalah Sultan-sultan yang lemah yang
tidak dapat mempertahankan kelanjutan kerajaan MughalBeberapa kemajuan kerajaan
Mughal antara lain dalam bidang pertanian, yaitu berupa biji-bijian, padi, kacang, tebu,
sayuran, rempah-rempah, tembakau, kapas, nila dan bahan-bahan celupan.Hasil karya seni
kerajaan Mughal yang masih dapat dinikmati sampai saat ini adalah karya-karya arsitektur
yang indah dan mengagumkan misalnya bangunan Masjid berlapiskan mutiara, dan
Tajmahal di Agra, Mesjid Raya Delhi dan Istana indah di Lahore.Selain kemajuankemajuan
yang dicapai oleh kerajaan Mughal, ada beberapa faktor kelemahannya yang
menyebabkan kehancurannya pada tahun1858 antara lain:
a. Terjadi stagnasi dalam pembinaan kemiliteran sehingga tidak bisa memantaugerak
langkah tentara Inggris di wilayah-wilayah pantai. Begitu pula kekuatanpasukan
daratnya semakin kurang handal, teruatama dalam mengoperasikapersenjataan
buatannya sendiri.
b. Dekadensi moral dan hidup mewah di kalangan pembesar kerajaan
yangmengakibatkan pemborosan dalam penggunaan uang.
c. Terlampau kasarnya sikap Aurangzeb dalam melaksanakan ide-idenya
yangmenyebabkan terjadinya konplik antara agama, misalnya aliran Syikh, Syi’ahdan
sunni.
d. Semua pewaris tahta kerajaan pada paro terakhir kekuasaan Mughal adalahorangorang
yang lemah dalam bidang kepemimpinan

E. Pengaruh Sejarah Islam Abad Pertengahan terhadap
Umat Islam Indonesia
Jauh sebelum Islam masuk ke Indonesia, bangsa Indonesia telah memeluk agama hindu
dan budha disamping kepercayaan nenek moyang mereka yang menganut animisme dan
dinamisme. Setelah Islam masuk ke Indonesia, Islam berpengaruh besar baik dalam bidang
politik, sosial, ekonomi,maupun di bidang kebudayaan yang antara lain seperti di bawah ini.
1. Pengaruh Bahasa dan Nama
Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sangat banyak dipengaruhi oleh bahasa
Arab. Bahasa Arab sudah banayk menyatu dalam kosa kata bahasa Indonesia, contohnya
kata wajib, fardu, lahir, bathin, musyawarah, surat, kabar, koran, jual, kursi dan masker.
Dalam hal nama juga banyak dipakai nama-nama yang berciri Islam (Arab) seperti
Muhammad, Abdullah, Anwar, Ahmad, Abdul, Muthalib, Muhaimin, Junaidi, Aminah,
Khadijah, Maimunah, Rahmillah, Rohani dan Rahma.
2. Pengaruh Budaya, Adat Istiadat dan Seni
http://www.myspace.com/nevelityofficial
werist_nevelity@yahoo.com
Kebiasaan yang banyak berkembang dari budaya Islam dapat berupa ucapan salam,
acara tahlilan, syukuran, yasinan dan lain-lain. Dalam hal kesenian, banyak dijumpai seni
musik seperti kasidah, rebana, marawis, barzanji dan shalawat. Kita juga melihat pengaruh
di bidang seni arsitektur rumah peribadatan atau masjid di Indonesia yang banayak
dipengaruhi oleh arsitektur masjid yang ada di wilayah Timur Tengah.
3. Pengaruh dalam Bidang Politik
Pengaruh inin dapat dilihat dalam sistem pemerintahan kerajaan-kerajaan Islam di
Indonesia seperti konsep khilafah atau kesultanan yang sering kita jumpai pada kerajaankerajaan
seperti Aceh, Mataram. Demak, Banten dan Tidore.
4. Pengaruh di bidang ekonomi
Daerah-daerah pesisir sering dikunjungi para pedagang Islam dari Arab, Parsi,dan
Gujarat yang menerapkan konsep jual beli secara Islam. Juga adanya kewajiban membayar
zakat atau amal jariyah yang lainnya, seperti sedekah, infak, waqaf, menyantuni yatim,
piatu, fakir dan miskin. Hal itu membuat perekonomian umat Islam semakin berkembang
Sejarah Islam dibagi menjadi tiga periode, yaitu:
1. Periode Klasik (650-1250 M), merupakan zaman kemajuan. Periode ini dibagi dua
fase:
a. Fase ekspansi, integrasi, dan puncak kemajuan (650-1000 M).
b. Fase disintegrasi (1000-1250 M).
2. Periode Pertengahan (1250-1800 M), terdiri dari dua fase:
a. Fase kemunduran (1250-1500 M).
b. Fase tiga kerajaan besar (1500-1800 M).
3. Periode Modern (1800-sekarang), merupakan periode kebangkitan umat Islam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERAJAAN WENGKER SEBELUM MAJAPAHIT DAN ZAMAN MAJAPAHIT

Asal-Usul Desa Ngrayun