Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2010

Asal-Usul Desa Ngrayun

ASAL USUL DESA NGRAYUN

Menurut sumber cerita yang ada di Balai Desa Ngrayun, tepatnya di dalam Peraturan Desa tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) demikian juga dari para sesepuh di Desa Ngrayun yang ada saat ini, bahwa terjadinya Desa Ngrayun adalah sebagai berikut :
Pada zaman kerajaan Mataram yang sekarang berlokasi di Yogyakarta, terjadilah perlawanan terhadap penjajah Belanda. Karena waktu itu persenjataan belum canggih dan perlawanan masih berupa perlawanan kelompok / kedaerahan, maka para pejuang kita menggunakan strategi perang berpindah-pindah / gerilya. Para pejuang banyak yang menjadi korban dalam pertempuran terbuka semacam ini. Banyak juga yang melarikan diri agar tidak tertangkap oleh penjajah Belanda.
Alkisah, dua orang pejuang bersaudara yang juga merupakan anggota keraton melarikan diri ke arah timur Yogyakarta. Mereka sampai di hutan belantara dan bertempat tinggal di hutan tersebut. Sang Kakak menempati daerah bagian barat, dan Si Adik menem…

SEJARAH REOG PONOROGO

"Ki Ageng Surya Alam Menciptakan Seni Reog"

Mendengar nama “reog” angan-angan akan melayang pada suatu tontonan dari Jawa Timur, yang menampilkan makhluk berkepala harimau dengan hiasan bermahkota bulu merak di kepalanya. Di sekitarnya menari-nari badut bertopeng bermata melotot dan beberapa penari kuda kepang bergerak lincah. Gamelan (musik) yang mengiringi bersuara riuh dan monoton. Gambaran di atas adalah Reog Ponorogo yang paling dikenal di antara reog-reog yang ada di Jawa Timur.

Reog Ponorogo memang lebih dominan dibandingkan dengan reog-reog lainnya, seperti Reog Kediri atau pun Reog Tulungagung, namun bukan berarti dua yang disebut terakhir ini lebih rendah mutunya dibandingkan dengan Reog Ponorogo. Sama sekali tidak. Masing-masing mempunyai corak dan karakter sendiri-sendiri.

Di daerah-daerah lainnya bahkan sering dijumpai jenis-jenis tontonan rakyat yang sebenarnya merupakan sempalan dari kesenian reog, antara lain tari Jaranan atau Kuda Kepang yang mu…

Al-Yamin wa Al-Yasr fi Al-Fikr Al-Diny