Filosof Pra Scorates

Perbedaan Corak Filsafat Pra-Socrates dan Zaman Socrates

Sejarah perkembangan filsafat tentunya memiliki corak. Pada suatu perkembangan pasti ada kekentalan ciri yang menjadi identitas, jika dianalogikan pada masa telepon selular mulai ada di Indonesia tentu layarnya masih monochrome, beberapa tahun kemudian bermunculan layar berwarna dan seterusnya. Perkembangan filsafat memiliki perbedaan yang khas dan terus berjalan melintasi jenjang selanjutnya.

Sudah lazim diketahui bahwa ada dua kubu pemikiran pada perkembangan filsafat Yunani kuno, yaitu pada pemikiran filsafat pra-Socrates dan Socrates. Adanya pra-Sokrates berarti ada perbedaan mendasar dengan pemikiran filsafat Socrates itu sendiri. Tidak seperti analogi telepon seluler tadi, di sini perkembangan bukan masalah waktu tetapi masalah pemikiran dan objek penyelidikan.
Para Filsuf Pra-Socrates

Siapa saja para filsuf yang dapat digolongkan dalam pra-Socrates? Mereka adalah

Thales (625-545 SM)
Anaximandros (610-540 SM)
Anaximenes (538-480 SM)
Pythagoras (580-500 SM)
Xenophanes (570-480 SM)
Herakleitos (540-475 SM)
Parmenides (540-475 SM)
Empedokles (492-432 SM)
Anaxagoras (499-420 SM)
Demokritos (460-370 SM)

Alasan yang mendasari penyebutan bahwa mereka adalah para filsuf pra-Socrates dikarenakan filsafat mereka sangat kental pada pembahasan arkhe yang merupakan asas pertama dari segala sesuatu. Kalau berbicara tentang segala sesuatu berarti berbicara keseluruhan, dengan kata lain semesta. Ya, benar mereka menyelidiki tentang alam semesta atau jagad raya.
Zaman Socrates

Siapa saja para filsuf yang dapat digolongkan dalam masa Socrates? Mereka adalah

Protagoras (480-411 SM)
Gorgias (480-380 SM)
Plato (427-347 SM)
Aristoteles (384-322 SM)

Para filsuf yang disebutkan di atas adalah mereka yang terkait mau pun dikaitkan dengan pemikiran Socrates. Protagoras dan Gorgias adalah dua orang sofis yang dikenal dalam sejarah filsafat Yunani kuno. Kaum sofis menjadi sasaran kritik oleh Socrates karena ajarannya yang tidak memberikan pengetahuan yang mendalam tentang kehidupan, melainkan hanya luarnya saja. Secara lebih spesifik, filsafat Socrates yang membuat perbedaan dengan pra-Socrates adalah penyelidikan filsafat tentang manusia. Dengan demikian, lepaslah penyelidikan arkhe yang muatannya berkisar tentang jagad raya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERAJAAN WENGKER SEBELUM MAJAPAHIT DAN ZAMAN MAJAPAHIT

Asal-Usul Desa Ngrayun