Postingan

Epistemologi Barat dan Epistemologi Al Jabiri

Epistemologi adalah pengetahuan sistematik mengenai pengetahuan. Ia merupakan cabang filsafat yang membahas tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, sarana, metode atau cara memperoleh pengetahuan, validitas dan kebenaran pengetahuan (ilmiah). Perbedaan landasan ontologik menyebabkan perbedaan dalam menentukan metode yang dipilih dalam upaya memperoleh pengetahuan yang benar. Akal, akal budi, pengalaman, atau kombinasi akal dan pengalaman, intuisi, merupakan sarana mencari pengetahuan yang dimaksud dalam epistemologik, sehingga dikenal model‑model epistemologik seperti rasionalisme, empirisme, rasionalisme kritis, positivisme, feno­menologi dan sebagainya. Dalam kajian epistemologi Barat, dikenal ada tiga aliran utama pemikiran, yakni empirisme, rasionalisme dan intuisionisme. Empirisisme mengakui pengalaman sebagai pengetahuan. Dasar bagi aliran ini adalah pengalaman langsung terhadap objek. Sesuatu bisa disebut pengetahuan jika ia bisa dikaji se...

EPISTEMOLOGI DALAM PANDANGAN MUTADHA MUTHAHHARI

Pendahuluan Pemikiran filsafat Islam, dalam makna luas, tampaknya memang belum berkembang dengan semestinya di tanah air. Pernyataan ini lahir dengan fakta bahwa belum pernah ada filsuf yang berasal dari warga negara Indonesia. Kalau melirik kembali sejarah bangsa Indonesia, sebenarnya pemikiran filosofis pernah hidup di negeri ini sehingga membuat peradaban Islam Nusantara mencapai titik klimaks. Sebut saja misalnya, pemikiran Hamzah Fanshuri (w. 1600 M), dan muridnya, Syamsuddin As-Sumatrani (w. 1630 M), telah dengan fasih mengembangkan ajaran Gnosis Ibn ‘Arabi (w. 1240 M). Aliran filsafat ‘Arabian’ ini adalah salah satu aliran filsafat terpenting di Dunia Islam. Tema utama dari aliran Gnosis ini adalah wahdatul wujud dan Insan Kamil. Ajaran Gnosis Ibn Arabi ini memadukan visi mistis dan rasional, selain banyak terminologi filsafat yang digunakan dalam aliran ini. Aliran ini berkembang di Nusantara pada abad-abad XVI-XVII M. Sekaitan dengan itu, berarti pemikiran Hamzah Fanshuri ...

Kongkow bareng Gus Dur - Humor dan Pesan Keislaman 1.mp3

Kongkow bareng Gus Dur - Humor dan Pesan Keislaman 1.mp3 : "Kongkow bareng Gus Dur - Humor dan Pesan Keislaman 1 - download at 4shared. Kongkow bareng Gus Dur - Humor dan Pesan Keislaman 1 is hosted at free file sharing service 4shared."

enam pertanyaan Imam Al Ghozali pada muridnya

1) Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya…. pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?” Murid-muridnya menjawab “orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya”. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI“. Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185).- - 2) Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?” Murid-muridnya menjawab “negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang”. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “MASA LALU“. Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama. - 3) Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan p...

Al Ghozali Kerancuhan Filsafat

Gambar
Al-Ghazali "Tahafuz Falasifah/Kerancuan Filsafat" for everyone AL-IMAM AL-GHAZZALI : MELACAK JEJAK SEBAGIAN PEMIKIRANNYA 1. Sekilas Tentang Riwayat Hidup Imam al-Ghazzali Tokoh yang juga sering disebut al-Ghazzali (za’ tasydid) yang berasal dari kata Ghazzal yang berarti tukang pintal benang karena ayahnya adalah tukang pintal benang wol, dilahirkan tahun 450H/1058M di kota Thus sekarang Meshed, Iran[1], ia wafat pada 14 Jumadil Akhir 505H (18 Desember 1111M, ia menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 55 tahun[2].. Ia beranjak menjadi remaja yang terkenal cerdas dan berkemauan tinggi. Setelah belajar pada tokoh-tokoh yang berbeda di zamannya di kota Thus, ia melanjutkan kehausannya akan ilmu ke kota-kota di Asia Tengah. Baru setelah ia dikenal sebagai tokoh yang kredibel ia diangkat sebagai Guru Besar pada madrasah an-Nidhomiyah Bagdad yang didirikan oleh Wazir Nizam al-Mulk[3]. Pada masa di ataslah al-Ghazzali menyampaikan pikiran-pikirannya dan serangan...